NAMA : NUR HERDIANA
NPM : 31108458
KELAS : 3 DB 20
TUGAS SISTEM INFORMASI AKUTANSI
TUGAS I
Beberapa orang berpendapat bahwa akuntan seharusnya memusatkan perhatian hanya pada laporan keuangan dan memberikan urusan desain serta persiapan laporan manajerial pada spesialis system informasi. Apa sajakah kelebihan dan kelemahan pendapat ini?? Sejauh manakah akuntan seharusnya terlibat dalam pembuatan laporan yang melibatkan berbagai hal di luar ukuran keuangan, yang dipergunakan untuk mengukur kinerja?? Mengapa demikian ??
Standar Akuntansi Keuangan. Saat ini Akuntansi dibagi ke dalam 2 (dua ) golongan, yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajerial. Akuntansi keuangan dirancang untuk dapat menyajikan laporan keuangan, utamanya untuk fihak eksternal perusahaan / lembaga. Berhubung pihak yang akan menggunakan laporan keuangan tersebut sangat banyak, dan untuk berbagai kepentingan, maka dalam menyusun laporan keuangan tersebut perlu diatur dengan suatu patokan-patokan yang baku dan mengikat, agar laporan keuangan yang dibuat oleh manajemen tidak terlalu banyak variasi.Akuntansi manajerial, adalah akuntansi yang semata-mata mengabdi untuk kepentingan manajemen, sehingga tidak perlu ada patokan-patokan yang mengikat dalam menyajikan dan menerbitkannya.
Akuntansi Keuangan diatur dengan suatu patokan yang disebut dengan stándar.
Standar Akuntansi Keuangan dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu :
1. standar akuntansi keuangan untuk kegiatan yang mencari laba,
2. kegiatan yang tidak mencari laba yaitu kegiatan sosial yang dilakukan oleh yayasan, perkumpulan.
3. kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah.
TUGAS II
Pembagian tugas secara efektif kadang-kadang tidak layak secara ekonomis pada bisnis kecil. Elemen-elemen pengendalian internal apa yang menurut anda dapat mengimbangi ancaman tersebut ?? ..
satu bentuk pelaporan keuangan yang meliputi 4 faktor kunci sukses bagi perusahaan dalam 4 perspektif, yaitu :
(1) kinerja keuangan,
(2) kepuasan pelanggan ,
(3) Proses bisnis internal dan
(4) inovasi dan pembelajaran.
Ukuran Sukses Keuangan :
- Mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan nilai pasar, sebagai indikator sebaik apa perusahaan dapat memuaskan pemilik / pemegang saham dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan.
Ukuran Sukses Non Keuangan untuk perspektif pelanggan:
- Mengukur kualitas, pelayanan, dan biaya murah, dan lainnya, sebagai indikator sebaik apa perusahaan dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan.
Berbagai proses bisnis secara internal: mengukur efisiensi dan efektifitas perusahaan dalam menghasilkan barang atau jasa kepada pelanggan. Hal ini dapat diukur dengan:
- Kualitas produk yang tinggi
- Inovasi dari pihak fabrikasi
- Produktifitas fabrikasi yang tinggi
Inovasi dan Pembelajaran , mengukur kemampuan perusahaan untuk mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya manusia guna memenuhi tujuan strategis sekarang dan di masa yang akan datang. Perspektif ini dapat diukur dengan :
- Kompetensi dan integritas dari para pengelola
- Moral dan budaya perusahaan secara luas
- Pendidikan dan pelatihan
- Inovasi berbagai produk baru serta berbagai metode fabrikasi.
TUGAS III
Secara teoritis, suatu prosedur pengendalian perlu digunakan jika keuntungannya melebihi biayanya. Jelaskan cara memperkirakan keuntungan dan biaya dari pengendalian berikut ini :
a. Pemisahan tugas
b. Prosedur perlindungan data
Pemisahan tugas :
• Pengendalian internal yang baik mensyaratkan bahwa tidak ada pegawai yang diberi tanggung jawab terlalu banyak.
• Seorang pegawai seharusnya tidak berada dalam posisi untuk melakukan penipuan dan menyembunyikan penipuan atau kesalaha yang tidak disengaja.
• Apabila dua dari ketiga fungsi tersebut merupakan tanggung jawab satu orang maka akan muncul masalah.
Prosedur perlindungan data :
Mulai sekarang, keamanan data komputer adalah sumber utama ancaman:
1. Kesalahan Pengguna disebabkan oleh kehilangan data, sistem crash dan sebagainya.
2 Virus dan. Perusakan berbahaya lainnya data.
3. Sensitive data (seperti laporan keuangan, dll) dan berbagai rekening (seperti account email dan password; perbankan dan password rekening online, rekening perdagangan saham online dan password, dsb) keamanan.
solusi lengkap untuk masalah ini membutuhkan lebih dari bagian dari pertandingan, adalah perangkat lunak anti-virus sederhana, firewall atau data lain produk perlindungan tidak dapat melakukannya, karena itu, kebutuhan mendesak untuk mengembangkan perlindungan yang komprehensif dengan kemampuan sistem komputer keamanan data. Pertama, prinsip-prinsip dasar perlindungan data Untuk perlindungan data, pada dasarnya, adalah cara untuk mencapai redundansi melalui data, tetapi algoritma perlindungan yang berbeda, tingkat redundansi data yang dihasilkan akan sangat berbeda, seperti backup file-based, jika Anda tidak menggunakan algoritma kompresi, file persyaratan tambahan untuk setiap cadangan dan file asli akan menjadi ukuran yang sama ruang penyimpanan.
Dalam sistem operasi modern, data yang disimpan oleh bentuk logis dari organisasi dan penyimpanan file, file media penyimpan dalam organisasi dan struktur bergantung pada sistem file tertentu, sistem file yang berbeda pada media penyimpanan akan menjadi organisasi dan struktur bentuk yang berbeda.
Selasa, 02 November 2010
SIA
TUGAS SISTEM INFORMASI
Nama : NUR HERDIANA
Kelas : 3 DB 20
Npm : 31108458
1. Pembagian tugas secara efektif kadang-kadang tidak layak secara ekonomis
pada bisnis kecil, berikan pendapat anda mengenai pernyataan tersebut.
Jawab
Pendapat saya yaitu karena memang pembagian tugas secara efektif kadang-kadang tidak layak secara ekonomis pada bisnis kecil Karena bisnis tersebut harus bersaing dengan bisnis-bisnis yang ada dan harus bekerja dengan efisien sesuai dengan ketentuan bisnis tersebut. Sedangkan kemungkinan gaji yang mereka dapat belum bisa mencukupi kebutuhan meraka.
2. Ketika anda ke bioskop, anda membeli tiket yang sudah diberi nomor dari
loket atau kasir,tiket tersebut kemudian di berikan ke orang lain di pintu
masuk bioskop?pengendalian apa yang digunakan untuk menghindari
ketidakberaturan tersebut?Resiko dan pejanan apa yang dapat anda
identifikasi?
Jawab
Pengendaliannya yaitu adanya sebuah antrian untuk meminimalisir keterlambatan
waktu dikarenakan adanya tindakan saling mendahului antara si pembeli tiket
dan untuk mengembalikan tiket tersebut kepada petugas pintu masuk bioskop.
Adapun sistem informasinya sbb :
loket--->antrian--->pemeriksa tiket = efisiensi waktu
Pajanan & resiko
loket--->pemeriksa tiket--->saling berebut = pemborosan waktu.
Nama : NUR HERDIANA
Kelas : 3 DB 20
Npm : 31108458
1. Pembagian tugas secara efektif kadang-kadang tidak layak secara ekonomis
pada bisnis kecil, berikan pendapat anda mengenai pernyataan tersebut.
Jawab
Pendapat saya yaitu karena memang pembagian tugas secara efektif kadang-kadang tidak layak secara ekonomis pada bisnis kecil Karena bisnis tersebut harus bersaing dengan bisnis-bisnis yang ada dan harus bekerja dengan efisien sesuai dengan ketentuan bisnis tersebut. Sedangkan kemungkinan gaji yang mereka dapat belum bisa mencukupi kebutuhan meraka.
2. Ketika anda ke bioskop, anda membeli tiket yang sudah diberi nomor dari
loket atau kasir,tiket tersebut kemudian di berikan ke orang lain di pintu
masuk bioskop?pengendalian apa yang digunakan untuk menghindari
ketidakberaturan tersebut?Resiko dan pejanan apa yang dapat anda
identifikasi?
Jawab
Pengendaliannya yaitu adanya sebuah antrian untuk meminimalisir keterlambatan
waktu dikarenakan adanya tindakan saling mendahului antara si pembeli tiket
dan untuk mengembalikan tiket tersebut kepada petugas pintu masuk bioskop.
Adapun sistem informasinya sbb :
loket--->antrian--->pemeriksa tiket = efisiensi waktu
Pajanan & resiko
loket--->pemeriksa tiket--->saling berebut = pemborosan waktu.
AUDIT SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
Audit adalah sebuah proses sistematis untuk secara objektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai pernyataan perihal tindakan dan transaksi bernilai ekonomi, untuk memastikan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan criteria yang telah ditetapkan, serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya pada para pemakai yang berkepentingan.
Para auditor biasanya mengaudit di luar computer (audit around the computer) dan tidak menghiraukan computer dengan program-programnya. Mereka hanya mempelajari catatan dan output dari system tersebut, dan berpikir jika output telah dengan benar dihasilkan dari input system, maka pemrosesan pastilah andal.
Pendekatan yang lebih baru, yaitu audit melalui computer (audit through the computer), menggunakan computer untuk memeriksa kecukupan pengendalian system, data dan output.
Lima standar lingkup audit Institute of internal auditor memberikan garis besar atas tanggung jawab auditor internal
1. Melakukan tinjauan atas keandalan dan integritas informasi operasional dan keuangan, serta bagaimana hal tersebut diidentifikasi, diukur, diklasifikasi dan dilaporkan
2. menetapkan apakah system telah didesaian untuk sesuai dengan kebijakan operasional dan pelaporan, perencanaan, prosedur, hokum dan peraturan yang berlaku
3. Melakukan tinjauan mengenai bagaimana asset dijaga, dan memverifikasi keberadaan aset tersebut
4. Mempelajari sumber daya perusahaan untuk menetapkan seberapa efektif dan efisien mereka digunakan
5. Melakukan tinjauan atas operasional dan program perusahaan, untuk menetapkan apakah mereka telah dilaksanakan sesuai rencana dan apakah mereka dapat memenuhi tujuan-tujuan mereka
Tiga jenis kegiatan audit internal
1. Audit keuangan memeriksa keandalan dan integritas catatan-catatan akuntansi (baik informasi keuangan dan operasional) dan menghubungkannya dengan standar pertama dari kelima standar lingkup audit internal
2. Audit sistem informasi melakukan tinjauan atas pengendalian SIA untuk menilai kesesuaiannya dengan kebijakan dan prosedur pengendalian serta efektivitas dalam menjaga aset perusahaan. Lingkupnya berhubungan dengan standar kedua dan ketiga dari IIA
3. Audit operasional atau manajemen berkaitan dengan penggunaan secara ekonomis dan efisien sumber daya, serta pencapaian sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Lingkupnya berhubungan dengan standar keempat dan kelima
Tinjauan menyeluruh proses audit
1. Merencanakan audit :
a. Tetapkan lingkup dan tujuan
b. organisir tim audit
c. Kembangkan pengetahuan mengenai operasional bisnis
d. Tinjauan hasil audit sebelumnya
e. Identifikasi faktor2 risiko
f. Siapkan program audit
2. Mengumpulkan bukti audit
a. Pengamatan atas kegiatan2 operasional
b. Tinjauan dokumentasi
c. Berdiskusi dengan para pegawai
d. Kuesioner
e. Pemeriksaan fisik aset
f. Konfirmasi melalui pihak ketiga
g. Melakukan ulang prosedur
h. Pembuktian dengan dokumen sumber
i. Review analitis
j. Pengambilan sampel audit
3. Mengevaluasi bukti audit
a. nilai kualitas pengendalian internal
b. nilai keandalan informasi
c. nilai kinerja operasional
d. pertimbangkan kebutuhan atas bukti tambahan
e. pertimbangkan faktor2 risiko
f. pertimbangkan faktor materialitas
g. dokumentasikan penemuan2 audit
4. Mengkomunikasikan hasil audit
a. memformulasikan kesimpulan audit
b. membuat rekomendai bagi pihak manajemen
c. mempersiapkan laporan audit
d. menyajikan hasil2 audit ke pihak manajemen
3 Jenis risiko dalam melakukan audit, yaitu :
1. Risiko inheren adalah toleransi atas risiko yang material dengan mempertimbangkan ketidakberadaan pengendalian
2. Risiko pengendalian adalah risiko yang timbul dari kesalahan penyajian yang material dan berdampak hingga ke struktur pengendalian internal serta ke laporan keuangan
3. Risiko pendeteksian adalah risiko yang timbul akibat tidak dapat terdeteksinya sebuah kesalahan atau kesalahan penyajian oleh auditor dan prosedur audit yang dibuatnya
Materialitas, yaitu mengenai apa yang penting dan tidak penting berdasarkan suatu situasi, secara umum lebih penting untuk audit eksternal, yang penekanan umumnya adalah kejujuran penyajian laporan keuangan, bukan untuk audit internal, yang berfokus untuk menetapkan tingkat kesesuaian dengan kebijakan manajemen
Tujuan yang harus dipenuhi seorang auditor ketika melaksanakan audit system informasi
1. Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran
2. Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengn otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen
3. Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan pihak manajemen
4. Pemrosesan transaksi, file, laporan, dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap
5. Data sumber yang tidak akurat atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan
6. File data komputer telah akurat, lengkap, dan dijaga kerahasiaanya
SOFTWARE KOMPUTER
Program komputer yang dibuat secara khusus untuk auditor adalah computer audit software (CAS) atau generalized audit software (GAS)
Audit adalah sebuah proses sistematis untuk secara objektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai pernyataan perihal tindakan dan transaksi bernilai ekonomi, untuk memastikan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan criteria yang telah ditetapkan, serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya pada para pemakai yang berkepentingan.
Para auditor biasanya mengaudit di luar computer (audit around the computer) dan tidak menghiraukan computer dengan program-programnya. Mereka hanya mempelajari catatan dan output dari system tersebut, dan berpikir jika output telah dengan benar dihasilkan dari input system, maka pemrosesan pastilah andal.
Pendekatan yang lebih baru, yaitu audit melalui computer (audit through the computer), menggunakan computer untuk memeriksa kecukupan pengendalian system, data dan output.
Lima standar lingkup audit Institute of internal auditor memberikan garis besar atas tanggung jawab auditor internal
1. Melakukan tinjauan atas keandalan dan integritas informasi operasional dan keuangan, serta bagaimana hal tersebut diidentifikasi, diukur, diklasifikasi dan dilaporkan
2. menetapkan apakah system telah didesaian untuk sesuai dengan kebijakan operasional dan pelaporan, perencanaan, prosedur, hokum dan peraturan yang berlaku
3. Melakukan tinjauan mengenai bagaimana asset dijaga, dan memverifikasi keberadaan aset tersebut
4. Mempelajari sumber daya perusahaan untuk menetapkan seberapa efektif dan efisien mereka digunakan
5. Melakukan tinjauan atas operasional dan program perusahaan, untuk menetapkan apakah mereka telah dilaksanakan sesuai rencana dan apakah mereka dapat memenuhi tujuan-tujuan mereka
Tiga jenis kegiatan audit internal
1. Audit keuangan memeriksa keandalan dan integritas catatan-catatan akuntansi (baik informasi keuangan dan operasional) dan menghubungkannya dengan standar pertama dari kelima standar lingkup audit internal
2. Audit sistem informasi melakukan tinjauan atas pengendalian SIA untuk menilai kesesuaiannya dengan kebijakan dan prosedur pengendalian serta efektivitas dalam menjaga aset perusahaan. Lingkupnya berhubungan dengan standar kedua dan ketiga dari IIA
3. Audit operasional atau manajemen berkaitan dengan penggunaan secara ekonomis dan efisien sumber daya, serta pencapaian sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Lingkupnya berhubungan dengan standar keempat dan kelima
Tinjauan menyeluruh proses audit
1. Merencanakan audit :
a. Tetapkan lingkup dan tujuan
b. organisir tim audit
c. Kembangkan pengetahuan mengenai operasional bisnis
d. Tinjauan hasil audit sebelumnya
e. Identifikasi faktor2 risiko
f. Siapkan program audit
2. Mengumpulkan bukti audit
a. Pengamatan atas kegiatan2 operasional
b. Tinjauan dokumentasi
c. Berdiskusi dengan para pegawai
d. Kuesioner
e. Pemeriksaan fisik aset
f. Konfirmasi melalui pihak ketiga
g. Melakukan ulang prosedur
h. Pembuktian dengan dokumen sumber
i. Review analitis
j. Pengambilan sampel audit
3. Mengevaluasi bukti audit
a. nilai kualitas pengendalian internal
b. nilai keandalan informasi
c. nilai kinerja operasional
d. pertimbangkan kebutuhan atas bukti tambahan
e. pertimbangkan faktor2 risiko
f. pertimbangkan faktor materialitas
g. dokumentasikan penemuan2 audit
4. Mengkomunikasikan hasil audit
a. memformulasikan kesimpulan audit
b. membuat rekomendai bagi pihak manajemen
c. mempersiapkan laporan audit
d. menyajikan hasil2 audit ke pihak manajemen
3 Jenis risiko dalam melakukan audit, yaitu :
1. Risiko inheren adalah toleransi atas risiko yang material dengan mempertimbangkan ketidakberadaan pengendalian
2. Risiko pengendalian adalah risiko yang timbul dari kesalahan penyajian yang material dan berdampak hingga ke struktur pengendalian internal serta ke laporan keuangan
3. Risiko pendeteksian adalah risiko yang timbul akibat tidak dapat terdeteksinya sebuah kesalahan atau kesalahan penyajian oleh auditor dan prosedur audit yang dibuatnya
Materialitas, yaitu mengenai apa yang penting dan tidak penting berdasarkan suatu situasi, secara umum lebih penting untuk audit eksternal, yang penekanan umumnya adalah kejujuran penyajian laporan keuangan, bukan untuk audit internal, yang berfokus untuk menetapkan tingkat kesesuaian dengan kebijakan manajemen
Tujuan yang harus dipenuhi seorang auditor ketika melaksanakan audit system informasi
1. Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran
2. Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengn otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen
3. Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan pihak manajemen
4. Pemrosesan transaksi, file, laporan, dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap
5. Data sumber yang tidak akurat atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan
6. File data komputer telah akurat, lengkap, dan dijaga kerahasiaanya
SOFTWARE KOMPUTER
Program komputer yang dibuat secara khusus untuk auditor adalah computer audit software (CAS) atau generalized audit software (GAS)
Langganan:
Postingan (Atom)
